Kamis, 07 April 2011

BERPIKIR KREATIF

CARA BERPIKIR KREATIF

Jadilah Kreatif Jadilah Unik

Merupakan sebuah kenyataan bahwa upaya kreatif berkaitan dengan antusiasme dan gairah dan dikenal sebagai faktor substantial pada tingkat puncak kinerja.

Lensa ini akan menunjukkan bagaimana cara kita meningkatkan kreativitas. Jangan sampai Anda hanya takjub dengan ide orang lain, kini saatnya Anda menghasilkan ide-ide cemerlang.

Mengapa Harus Kreatif?

Apakah Anda mau mengabaikan manfaat kreatif yang luar biasa ini?

Banyak orang yang mengabaikan kreativitas sebab dia tidak menyadari manfaat dari kreativitas. Oleh karena itu, saya ingin memberitahu Anda mengapa kita harus kreatif.

  • Hidup selalu berhadapan dengan masalah, Anda perlu ide-ide untuk mengatasi masalah tersebut. Anda harus kreatif mencari ide-ide untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi.
  • Persaingan tidak pernah berhenti. Anda akan menghadapi produk yang sama dengan yang Anda jual. Anda harus kreatif menghasilkan ide-ide untuk membuat atau memperbaiki produk Anda agar tetap unggul.
  • Seringkali, yang membedakan Anda dengan karyawan lain ialah kreativitas Anda dalam mencari solusi, menghasil ide-ide terobosan, dan dalam menjalankan tugas Anda.
  • Orang kreative tidak menyerah karena selalu memiliki solusi alternatif.
  • dan masih banyak manfaat lainnya.

Agar Berpikir Kreatif

Peran motivasi, mengambil resiko, dan rileks

Sikap-sikap yang harus Anda kembangkan agar kreatif.

  • Kreativitas anda ditentukan sejauh mana Anda menginginkan hal-hal baru. Motivasi ini dilandasi sejauh mana Anda menginginkan perbaikan dalam hidup Anda atau sejauh mana Anda sedang mengalami kesulitan. Pertanyaan yang sangat penting ialah sejauh mana Anda menginginkan hal yang baru?

    Temukan motivator tersebut dan tetapkan dalam pikiran Anda.
  • Saya sering mendapatkan ide justru pada saat rileks ketimbang berfikir serius. Jadi saat Anda ingin menyelesaikan masalah, atau ingin mencari suatu ide baru coba saja untuk rileks. Namun sebelum rileks Anda perlu menyatakan apa yang Anda cari, katakan berulang-ulang sampai meresap ke dalam pikiran bawah sadar, kemudian rileks. Anda akan takjub dengan teknik sederhana ini, ide-ide atau solusi akan muncul pada saat-saat yang tidak terduga.
  • Takut terhadap resiko yang terdapat pada ide justru akan menghambat jalan keluar ide Anda. Setiap gagasan atau solusi mungkin akan mengandung resiko, tetapi jika Anda ingin kreatif Anda harus berani mengambil resikonya.

Mengembangkan Kreativitas

Peluang, kebiasaan, dan sudut pandang

Sikap-sikap lain yang perlu Anda miliki agar kreatif

  • Jika Anda ingin kreatif adalah fokus pada peluang. Saya sering mendengar ada orang yang mengatakan bahwa jadikan masalah jadi peluang. Namun saran saya bukan hanya itu, bukan hanya masalah saja yang bisa menjadi peluang. Apapun yang ada dihadapan Anda bisa mencetuskan ide sebuah peluang baru.

    Suatu contoh, saat Anda sedang memegang gelas, coba tanyakan peluang apa yang bisa didapatkan dari gelas? Saat ini mungkin masih bingung, tetapi dengan terus-menerus mengajukan pertanyaan tersebut, insyaAllah ide-ide akan bermunculan. Setelah ide-ide itu muncul Anda tinggal mengevaluasi ide mana yang terbaik.
  • Anda lebih kreatif, jadi Anda harus berani keluar dari kebiasaan. Anda jangan terkungkung dengan apa yang ada saat ini, itu belum tentu hal yang terbaik. Masih ada peluang untuk yang lebih baik. Percayalah, sebab jika tidak percaya, ide-ide Anda akan tersumbat keluar. Jangan suka dengan status quo, cintailah perubahan, namun perubahan menuju yang lebih baik.
  • Cobalah melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Saya bukan penganut bahwa kebenaran itu relatif, kebenaran adalah mutlak dari Allah SWT. Namun yang dimaksud disini, melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang agar kita bisa melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang kita hadapi. Apakah Anda berfikir kalau gelas itu hanya alat untuk minum? Ternyata tidak, gelas bisa untuk hiasan jika bentuknya indah, gelas bisa untuk menyimpan pensil dan ball point, bahkan gelas bisa untuk melempar maling jika perlu. :)

Pola Pikir Orang Kreatif

Kesalahan, perbaiki, dan perubahan

Sikap-sikap selanjutnya yang perlu kita miliki agar kreatif.

  • Suatu saat Anda memiliki ide, kemudian Anda lakukan atau Anda coba ide tersebut, ternyata gagal. Perbaiki ide tersebut sampai berhasil, jadilah ide baru. Inilah tip yang ketujuh, yaitu belajar dari kesalahan. Kesalahan bisa menghasilkan ide baru yang lebih baik. Tanyakanlah terhadap ide lama Anda yang gagal, apa pelajaran dari ide tersebut, bisakah dilakukan lagi dengan cara baru, apakah timmingnya kurang tepat?
  • Jangan berpikir bahwa kreatif itu hanya membuat hal-hal yang baru. Justru salah, karena manusia tidak pernah membuat hal yang baru. Hanya Allah SWT yang bisa. Manusia hanya bisa menemukan apa yang belum ditemukan oleh orang lain, manusia hanya bisa mengubah atau menggabungkan hal-hal yang sudah ada, sekali lagi bukan menciptakan hal yang baru. Jadi jika Anda ingin kreatif Anda bisa mulai dengan barang yang ada di depan Anda, perbaikan apa yang bisa Anda lakukan terhadap barang tersebut.
  • Jangan terpaku dengan ide lama. Bagaimanapun suksesnya ide Anda pada waktu yang lalu, belum tentu akan berhasil lagi pada saat ini. Evaluasi lagi, tidak masalah mengeliminasi ide Anda sendiri yang sukses untuk mendapatkan ide baru yang lebih baik. Termasuk juga disini saat ide Anda disisihkan oleh ide orang lain, jangan sedih karena meskipun tidak disisihkan oleh orang lain, toch Anda harus menggantinya sendiri jika ide Anda tersebut sudah tidak relevan.

Kreativitas adalah Inti Kegairahan

Hidup Anda akan terasa bergairah jika Anda kreatif

Tip kesepuluh, bacalah tip pertama sampai tip kesembilan berulang-ulang sampai meresap dalam pikiran Anda. Semakin melekat tip-tip ini pada diri Anda, insya Allah akan semakin kreatif Anda.

Tip pertama sampai tip kesepuluh adalah sebagai fondasi yang perlu Anda miliki untuk menjadi orang yang lebih kreatif. Baru fondasi? Berarti masih ada kelanjutannya? Jawabannya ya. Kelanjutan dari fondasi ini ialah Anda perlu mengetahui teknik-teknik dalam menggali ide. Ada puluhan teknik yang perlu Anda pelajari dan praktekkan untuk memudahkan Anda menggali ide tersebut.

Semakin kreatif Anda, semakin tinggi juga tingkat stimulasinya, dan kegairahan juga semakin tercipta, maka semakin besar kesempatan untuk memperoleh hasil yang sukses.

Kesuksesan dan kreativitas saling mendukung satu sama lain. Mereka yang paling kreatif itulah biasanya yang paling sukses. Jika Anda ingin meningkatkan peluang sukses, maka tingkatkanlah kreativitas Anda.

Miliki rasa percaya diri, kreativitas dan gairah, kemudian nyatakan keyakinan Anda kepada dunia, dan masa depan Anda akan menjadi gilang-gemilang.

Langkah-langkah Berpikir Kreatif

Langkah-langkah berpikir kreatif dapat diidentifikasi dalam lima langkah yaitu : mempergunakan bahasa mental otak, meningkatkan daya ingat, menguasai teknik mengingat, membuat peta pikiran serta memahami karakteristik kuadran berpikir dan mempergunakan untuk menyelesaikan masalah

1. Mempergunakan Bahasa Mental Otak
Berpikir kreatif dimulai dengan mempergunakan bahasa mental otak yaitu verbal, matematik, visual dan berpikir sensory.

a. Bahasa verbal adalah membayangkan skenario suatu peristiwa atau merunut hal yang terjadi dalam suatu peristiwa atau kejadian. Misalnya anak kesiangan dan takut untuk masuk kelas, bayangkan hal yang mungkin menyebabkan anak kesiangan, kecemasan yang ada pada pikiran anak, dan reaksi guru dan teman-teman pada saat anak mengetuk pintu.

b. Bahasa matematika adalah perkiraan yang berhubungan dengan ukuran, antara lain : besaran, jumlah, bobot, isi, waktu, dan jarak. Contoh : kelas ukuran 8 x 9 m dapat terisi dengan berapa bangku dan kursi agar tetap ada jarak antar bangku sehingga mampu menampung berapa jumlah siswa agar dapat belajar dengan nyaman.

c. Bahasa Visual adalah menampilkan beragam informasi dalam satu bagan atau gambar. Contoh foto kegiatan sekolah memberikan informasi kondisi sekolah berhubungan dengan tata letak, bentuk bangunan, keterkaitan dengan lingkungan, dan aktivitas yang terjadi di sekolah.

d. Berpikir sensory adalah memberikan perhatian terhadap berbagai hal yang menstimulasi alat indra. Tingkat perhatian menghasilkan informasi, data dan fakta yang akan di manipulasi oleh otak sebagai proses berpikir. Contoh jika melewati wc sekolah tercium bau tidak nyaman coba recek kondisi bak air dan air di wc tersebut. Jika bak air kecil dan air tidak mengalir pada waktu keran di buka artinya bukan hanya siswa yang mungkin tidak tahu aturan kebersihan tapi sarana yang ada tidak mendukung.

Penggunaan bahasa mental lebih dari satu menstimulasi kapasitas otak untuk memanipulasi berbagai informasi, data dan fakta lama yang tersimpan dalam memori maupun informasi, data dan fakta baru yang dihasilkan dari proses atensi dan sensasi. Pesan yang diterima otak menjadi lengkap dan komprehensif sehingga kemungkinan alternatif solusi menjadi lebih banyak dan lebih mendasar. Paling tidak minimal ada 4 kemungkinan berdasarkan analisa bahasa mental yang digunakan, ada 16 kemungkinan yang realistik dan secara optimal ada 256 kemungkinan yang dapat dipilih untuk diseleksi dan dianalisa ketepatan penggunaan berdasarkan kebutuhan yang ditetapkan oleh individu.

Pada saat dihadapkan pada suatu persoalan seorang pengawas paling tidak harus mencari tahu dan mempertimbangkan urutan peristiwa dan hubungan antar peristiwa. Melengkapi informasi dengan data-data baik secara kuantitas dan kualitas. Memberikan perhatian terhadap berbagai hal yang secara nyata terjadi. Akhirnya semua informasi yang diterima diformulasikan/ditampilkan dalam suatu peta masalah atau pikiran sehingga nampak jelas koneksitas, kebutuhan dan kemungkinan solusi.


2. Meningkatkan ingatan (daya ingat/memori)
Langkah kedua berpikir kreatif adalah meningkatkan ingatan dengan cara :

a. Mempraktikkan, mempraktikkan apa yang dipelajari. Contoh untuk mengingat fungsi-fungsi menu pada komputer harus mempraktekkan penggunaannya. Mempraktikkan pengetahuan tentang kepengawasan dalam bentuk tindakan nyata.

b. Mengulang, mengulang hal-hal yang sudah dipelajari. Contoh membaca kembali berbagai teori manajemen pendidikan, pedoman kepengawasan, berbagai pedoman pendidikan yang dikeluarkan secara resmi oleh Depdiknas.

c. Memberikan perhatian, memberikan tanda, menuliskan pada buku catatan harian apa-apa yang harus dikerjakan. Contoh memberi stabilo dengan warna yang berbeda untuk kegiatan yang berbeda. Memberikan perhatian terhadap pembicaraan kepala sekolah maupun pendidik lain pada saat melakukan pembinaan dan pengawasan di sekolah. Mencatat hal-hal penting yang memerlukan respon baik secara umum maupun khusus sehingga perlu diskusi dan rancangan aktivitas yang spesifik.

d. Mengobservasi, memberikan perhatian lebih detail pada setiap aspek yang berhubungan fokus perhatian. Contoh : memperhatikan selama beberapa hari pada beberapa sekolah kecenderungan siswa kesiangan. Melakukan studi kasus secara longitudinal kecenderungan kebiasaan belajar peserta didik pada skeolah-sekolah binaan. Mengobservasi secara langsung proses pembelajaran yang terjadi didalam kelas sehingga memperoleh umpan balik kompetensi keterampilan mengajar guru sehingga dapat dirumuskan rekomendasi pelatihan guru yang lebih efektif.

e. Sikap dan gaya hidup, mengembangkan perhatian, peka dan empati terhadap berbagai persoalan kehidupan disekitar. Contoh memberikan perhatian terhadap data kondisi ekonomi siswa sehingga mampu berempati terhadap siswa-siswa yang merasa kesulitan untuk membayar uang sekolah. Memahami situasi dan budaya sekolah sehingga tidak berpenampilan berlebihan pada saat melakukan pembinaan dan pengawasan ke sekolah apalagi jika sekolah-sekolah yang dikunjungi adalah sekolah rintisan.

f. Pengawas juga harus peka terhadap berbagai persoalan-persolan pribadi yang mungkin dihadapi guru. Tidak dalam arti mencampuri urusan pribadi guru tetapi menjadi catatan pembinaan sehingga guru-guru merasa memperoleh perhatian.

g. Bantuan terhadap ingatan, hal yang sangat spesifik yang menjadi ciri. Contoh mengingat ciri khas kegiatan di satu sekolah untuk mengingat keunggulan sekolah yang dibina. Mengingat ciri khas pendidik di sekolah di lingkungan dimana kita melakukan pengawasan dan pembinaan. Setiap orang akan merasa senang kalau disapa dan diingat, apalagi oleh seseorang yang dianggap dihormati. Berusahalah untuk mengenal semua pendidik maupun tenaga kependidikan yang ada di sekolah binaan.

h. Memvisualisasikan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Membuat jadwal kegiatan yang harus dilakukan. Contoh membuat jadwal melakukan pembinaan ke sekolah. Menempelkan atau menuliskan catatan tugas yang harus dikerjakan. Membuat peta pikiran berbagai persoalan yang harus diselesaikan di sekolah.
Pengawas tidak boleh lamban berpikir karena ada banyak persoalan yang harus segera diselesaikan. Pengawas harus memotivasi diri untuk meningkatkan kemampuan mengingat. Memberi perhatian dan berkonsentrasi pada saat berinteraksi merupakan hal mutlak yang harus dikuasai. Pengawas harus belajar melihat dengan fokus, mendengarkan, mencatat apa-apa yang penting serta melakukan berbagai cara agar tidak lupa. Seorang ahli psikologi pendidikan menyatakan pengetahuan adalah semua informasi yang kita terima dikurangi dengan lupa. Implikasinya jika kita ingin memiliki pengetahuan yang luas dan dikuasai kita harus meminimalkan kondisi lupa. Lupa lebih banyak bersifat psikologis karena tidak memperhatikan, menerima informasi tergesa-gesa, mendadak, tidak sering mempelajari, memiliki persepsi yang tidak positif baik terhadap konten informasi maupun orang yang menyampaikan informasi. Lupa yang bersifat permanen terjadi karena cedera otak, proses penuaan dan penyakit yang berhubungan dengan syaraf.

3.Teknik Mengingat
Langkah ketiga berpikir kreatif adalah menguasai berbagai teknik mengingat. Teknik mengingat antara lain : asosiasi, subsitusi, hubungan antar peristiwa, phonetik alfabet (jembatan keledai), menetapkan ingatan (memory pegs).

a. Teknik asosiasi, mengasosiasi sesuatu terhadap suatu benda atau peristiwa. Contoh : zebra adalah kuda belang-belang, baju bermotif belang-belang, dan mobil. Menyimpan buku yang harus dibawa ke sekolah yang di kunjungi di meja tamu pada malam hari untuk mengingatkan keesokan harinya harus berangkat ke sekolah binaan. Pengawas dapat menetapkan ciri khas dari satu sekolah dan selanjutnya dijadikan asosiasi tentang sekolah tersebut.

b. Subsitusi, mensubsitusi kata pada hal yang ingin diingat. Contoh teknik menghafal nama :

1) Dengarkan dan pahami nama, jika menyulitkan mintalah untuk mengulang secara perlahan

2) Ulangi nama tersebut pelan-pelan dan beri penekanan khusus pada sesuatu yang menarik dari nama tersebut. Contoh Yusi (you see)

3) Perhatikan wajahnya hal apa yang menarik dan mudah diingat. Contoh berkerudung

4) Hubungkan gambaran hal menarik dengan subsitusi. Contoh yoo see berkerudung.


c. Hubungan antar peristiwa. Contoh : Standar isi – kompetensi, Ujian Nasional -

5.0, Gerak jatuh bebas – orang terpeleset, SMUNLUCI – diskotik (SMUN 3 CIMAHI - disisi kota saeutik/di pinggir kota)

d. Phonetic Alphabet (lebih sering disebut jembatan keledei). Contoh: spectrum warna “mejikuhibingiu” merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Atau memberi bunyi pada angka hingga mudah menghafalkan nomor contoh 1 = T, D, 2 = N. 3 = M, 4 = R. 5 = L, nomor 55421 l = LLRDTT dibaca lilarudet

e. Menetapkan ingatan (memory pegs). Mengingat sesuatu yang akan dihafal pada benda-benda di sekeliling. Contoh menghafal nama-nama guru pada sekolah binaan dengan mengingat benda di sekeliling sekolah
Pengawas perlu menguasai teknik-teknik mengingat karena ada banyak informasi yang harus diingat. Penting bagi pengawas untuk mengingat isi pedoman-pedoman yang terkai dengan pendidikan karena diperlukan dalam pembinaan dan pengawasan. Pengawas harus mengingat pendidik tenaga kependidikan yang ada di sekolah, pengawas juga harus mengingat berbagai kebijakan khusus pendidikan di tingkat propinsi atau kota kabupaten. Apalagi jika pembinaan danpengawasan terkait degan bidang studi penguasaan terhadap kontent materi sagat penting sehingga tidak terjadi kesalahan konseptual secara sistematis dari pengawas ke guru dan kemudia dari guru ke siswa. Betapa sangat besar permasalahan yang akan timbul kalau seorang pengawas tidak dapat mengingat dengan benar.

4. Membuat Peta Pikiran
Langkah keempat berpikir kreatif adalah membuat peta berpikir. Langkah membuat peta berpikir sebagai beikut :
a.tetapkan topik/ tema utama

b.pikirkan faktor, ide, konsep, komponen utama yang berhubungan langsung dengan topik atau tema. Gunakan kata-kata kunci untuk setiap konsep

c.konsentrasi untuk mengembangkan ide dengan menghubungan setiap faktor, ide, konsep atau komponen dengan menggunakan pendekatan kekepan (kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan)

d.organisasikan mana yang menjadi prioritas dengan memberi warna, catatan atau tanda-tanda lain yang dapat menarik perhatian

e.anda siap menuliskan atau memaparkan pada orang lain

Peta pikiran membantu pengawas melihat persoalan secara komprehensif kontekstual. Artinya setiap hal yang berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan diidentifikasi, diberi perhatian khusus pada faktor-faktor yang penting dan akan sangat mengganggu bilamana tidak diperhatikan atau diantisipasi. Kemampuan membuat peta pikiran menunjukkan kecerdasan pengawas dalam menyikapi persoalan dan merancang solusi yang paling memungkinkan dilakukan.

5.Kuadran Berpikir dan Penyelesaian Masalah
Langkah kelima berpikir kreatif adalah memahami karakteristik kuadran berpikir dan mempergunakan untuk menyelesaikan masalah. Kuadran berpikir terbagi dalam empat kuadran yaitu :

a.kuandran A berpikir analitik, berpikir mempergunakan data, fakta dan logika. Belajar secara ekternal, menjadi detektif dan melakukan eksplorasi untuk mendefinisikan permasalahan yang dihadapi. Contoh : mengumpulkan data, fakta dan informasi yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan proses seleksi siswa.

b.kuadran B berpikir sekuensial, berpikir secara terstruktur, memperhatikan detail, disiplin dan perancanaan yang matang. Mengembangkan kebiasaan belajar dan bekerja secara teratur dan efektif sehingga mampu merancang implementasi solusi secara matang. Contoh : memfasilitasi penyusunan rancangan aktivitas pembelajaran selama 1 ( satu) tahun ajaran sesuai kalender akadmik dan tuntutan standar isi.

c.Kuadran C berpikir interpersonal, berpikir dengan memperhatikan nilai, simbol, komunikasi dan perasaan. Belajar secara interaktif dari pengalaman, umpan balik, diskusi maupun sistem nilai sehingga dapat memberikan penilaian solusi yang paling mungkin dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Contoh : menginisiasi pengembangan program sukses ujian nasional dengan memperkuat rasa percaya diri siswa, guru dan pimpinan sekolah.

d.Kuadran D berpikir imaginatif, berpikir internal mengembangkan pemahaman dan visualisasi dengan menetapkan visi, konteks, harapan masa depan dan inovasi. Memformulasikan ide umum dan mengevaluasi ide-ide kreatif yang diprediksi mungkin dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Contoh : ketertarikan siswa tingkat menengah pada bahasa asing dikembangkan dalam bentuk memfasilitasi area berbahasa asing.
Walaupun individu akan menunjukkan kuadran dominan dalam karakteristik berpikir tetapi kuadran lain dapat dioptimalkan sehingga berkontribusi terhadap penyelesaian masalah secara kreatif. Individu menjadi tidak mampu berpikir kreatif karena mengalami hambatan mental. Hambatan mental meliputi asumsi yang salah tentang diri, kebiasaan dan sikap. Hambatan mental tersebut dapat ditanggulangi dengan mengimplementasikan kuadran berpikir. Secara spesifik sebagai berikut :

1) hambatan mental karena asumsi yang salah, yaitu menyakini ” saya tidak kreatif”. Seorang yang berpikir intelegen adalah seorang pemikir yang baik. Cari fakta-fakta dengan kuadran A kemudian dengan waktu yang ada yakinlah ” mengapa tidak untuk menjadi lebih kreatif”, atau ”orang lain bisa mengapa saya tidak”

2) hambatan mental karena kebiasaan : (a) menyakini hanya ada satu jawaban benar padahal ada banyak kemungkinan jawaban dari pertanyaan. (b) Masalah dilihat sebagai sesuatu yang rumit dan membebani sehingga terisiolasi dalam masalah padahal setiap masalah tidak lepas dari konteksnya sehingga ada banyak kemungkinan penyelesaian sesuai konteks. (3) Ada banyak aturan yang harus ditaati dalam menyelesaikan masalah dan harus diyakini ada banyak sumber daya yang dapat kita manfaatkan. Jadi gunakan kuandran B, buat perencaan secara kreatif.
Hambatan mental karena sikap dan emosi. (a) Berpikir negatif, berprasangka, rendah diri. Pandanglah masalah sebagai sesuatu yang menarik atau berbeda, jangan takut, memang tidak baik tetapi juga tidak buruk. Bersikap positif atau netral. (b) takut berbuat salah atau takut mengambil resiko gagal. Padahal kita tidak akan maju kalau tidak mau menghadapi tantangan dan belajar untuk menyelesaikan masalah bukan dari masalah, (c) bimbing membuat keputusan karena tidak memiliki informasi yang cukup, jadi manfaatkan sebagai kesempatan menjadi kreatif dengan mencari lebih banyak informasi. Jadi positif dan perhatian, tidak mungkin menjadi sukses tanpa kesalahan. Perkuat kuadran C.
Setting ulang dan dukung untuk berpikir kreatif dengan mengembangkan secara hati-hati kuadran D. Gunakan seluruh kapasitas otak .

(1) Mulai dengan memotivasi diri dan memberi instruksi pada diri, kita dapat melakukan apa yang kita pikirkan.

(2) Bersikap positif dan optimistik tetapi realistik.

(3) Belajar bertanggung jawab terhadap perilaku adan tindakan yang kita lakukan.

(4) setting ulang lingkungan sehingga memfasilitasi tindakan yang kreatif.

Kreativitas bukan sesuatu yang terjadi begitu saja maka rencanakan untuk menjadi kreatif.

Seorang pengawas harus mengidentifikasi diri dominan berada pada kuadran mana, terus melakukan latihan sehingga potensi berkembang optimal, berlatih mengembangkan keterampilan pada kuadran lain sehingga menjadi kemampuan yangmendukung potensi utama. Pengawas hendaknya belajar meghilangkan hambatan-hambatan mental yang menghalangi berkembangnya kemampuan berpikir. Mulailah dengan meyakinkan diri bahwa saya memiliki potensi dan jangan membiasakan diri membuang energi untuk pemikiran-pemikiran menakutkan yang belum tentu terjadi atau sibuk beriri hati pada orang yang mampu melakukan tapi tidak melakukan apapun.

Sugesti positif pada diri menambahkan enegri piskologis, sebaliknya sugesti negatif menghilangkan energi psikologis. Pengawas perlu belajar mengelola diri atau mengendalikan diri. Dimulai dengan kendalikan pikiran dan perasaan pada hal yang positif sehingga tindakan yang dilakukan positif. Kendalikan konsekwensi yang akan diterima dengan mengendalikan tindakan yang dilakukan. Tetapkan tujuan hidup dan aktivitas yang jelas dengan indikator keberhasilan dan kegagalan. Buat perencanaan kehidupan secara tegas dan konsewens terhadap perencanaan yang dibuat. Beri diri hadiah jika berhasil mencapai tahapan sesuai rancangan dan berikan hukuman yang membangun bila tidak berhasil mencapai.



0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host